TIDAK ada yang pernah menyangka jika rumput dapat disulap menjadi
wayang, atau bambu bisa berubah menjadi sepeda. Ide-ide yang tidak pernah
terpikirkan oleh orang kebanyakan ini, sekarang menjadi usaha yang mulai tumbuh
subur di Indonesia. Hebatnya, ide tersebut bukan lahir dari para pengusaha
besar, tetapi dari para pemuda kreatif yang berkutat dengan limbah.
Ide mengutak-atik
limbah itu telah melahirkan berbagai produk kreatif di Indonesia, mulai dari
alat musik, furnitur, fashion, dan berbagai seni kriya lainnya. Para pemuda
kreatif ini bermodalkan ide segar yang dibentuk dengan sentuhan seni
menghasilkan karya yang banyak terinspirasi oleh budaya daerah. Ide-ide segar
ini pun mencuatkan aliran bisnis baru di Indonesia yaitu bisnis kreatif. Ide menjadi
bahan baku utama bisnis ini. Kita ditantang untuk berfikir berbeda dari orang
lain. Kita ditantang untuk berinovasi, menemukan hal-hal baru yang belum pernah
ada. Sementara, banyak orang memiliki modal, tetapi tidak memiliki ide. Modal
tidak akan berarti apa-apa. Sebaliknya, memiliki ide namun tidak memiliki modal
tidak menjadi masalah pada bisnis kreatif. Sebab, bidang usaha ini tidak
memerlukan banyak modal selama dapat memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita.
Produk kreatif adalah buah dari perpaduan
antara ide, seni, dan budaya. Ide sarat inovasi ini lahir menjadi sebuah produk
yang bernilai seni. Produknya memiliki karakter tersendiri yaitu unik, berbeda
dari produk pada umumnya, serta memiliki ciri khas daerah tertentu. Sebab,
produk kreatif memang memanfaatkan beragam kearifan lokal yang berbeda di tiap
daerah Nusantara. Kearifan lokal yang menjadi modal bisnis kreatif tersebut
adalah limbah lokal. Produk dari limbah lokal pada akhirnya justru mampu
mewakili karakter budaya daerah setempat. Enceng gondok disulap menjadi tikar,
karung menjadi tas, kertas menjadi alat musik, dan kaleng menjadi dekorasi
rumah. Beberapa contoh kecil ini merupakan upaya menyulap sampah menjadi
bernilai. Disadari atau tidak, limbah yang mulanya hanya sampah di Indonesia,
kini menjadi harta karun. Tanpa sentuhan ide kreatif dan inovatif, harta karun
pun hanya akan terpendam.
Jember Fashion Week dapat dikatakan
sebagai ‘pesta limbah’. Anak muda Jember dengan cerdik menyulap kertas, kain
perca, plastik, kertas tisu, bahkan kaleng minuman menjadi pakaian yang unik.
Melalui ide brilian anak muda Jember ini, barang yang mulanya adalah sampah
berubah menjadi barang bernilai seni dan guna. Jember Fashion Week pun banyak
menarik perhatian wisatawan dan akhirnya mampu mengerakkan ekonomi Jember.
Seperti halnya Jember, tiap daerah
di Indonesia memiliki potensi dari limbah yang berbeda-beda. Hal ini berkaitan
dengan keunikan budaya masyarakat di tiap daerahnya. Budaya Jawa akan berbeda
dengan Sumatra, Kalimantan, hingga Papua.
Banyumas misalnya, memiliki limbah
khas yaitu ‘Bandhol’ atau limbah dari ban mobil dan truk. ‘Bandhol’ ini kemudian disulap menjadi tas, sandal, kursi santai hingga meja. Sandal
‘Bandhol’ umumnya digunakan oleh para pemain kesenian khas Banyumas yaitu kenthongan.
Usaha ‘Bandhol’ pun kini menjadi salah satu produk kerajinan yang dipromosikan
dalam pariwisata Banyumas. Tak ayal lagi, produk kreatif telah berhasil
mengangkat budaya daerah. Kini, Jember dikenal sebagai kiblat fashion kreatif
di Indonesia, bahkan di dunia internasional. Daerah lain juga mulai tumbuh
dengan berbagai produk andalannya. Dari Sabang sampai Merauke berlomba
mengangkat daerahnya melalui produk kreatif. Tak hanya budaya, ekonomi
masyarakat pun ikut terangkat.
Ide-ide inovatif ini telah melahirkan
banyak usaha kecil yang mandiri. Perlahan tapi pasti, usaha tersebut mampu
bertahan dan produknya pun bersaing di pasar.
Dalam lima tahun terakhir, produk
kreatif telah menciptakan pasar tersendiri di Indonesia. Dunia usaha mulai
melirik hal-hal yang berbau unik. Preferensi konsumsi di Indonesia kini telah
melirik produk kreatif. Konsumen semakin mencari produk-produk hasil inovasi
yang lain dari biasanya. Produk kreatif pun mulai banyak dikirim ke berbagai
negara dan diminati pasar luar negeri. Usaha-usaha kecil ini perlahan membangun
sebuah iklim usaha kerakyatan yang kuat. Kementerian Perekonomian bahkan
membuat Sub Ekonomi Kreatif. Hal ini menjadi bukti pemerintah menaruh fokus
lebih pada upaya penumbuhan bisnis kreatif. Sebab, bisnis kreatif yang tumbuh
melalui usaha-usaha kecil ini lebih kuat dan padat karya.
Dapat diibaratkan, seratus unit
bisnis kreatif skala kecil dengan lima orang pegawai di setiap usahanya, akan
lebih baik daripada satu unit perusahaan dengan 500 orang pegawainya. Bayangkan,
jika satu perusahaan ini bangkrut, maka akan tercipta 500 orang pengangguran.
Sedangkan jika satu bisnis kreatif skala kecil bangkrut, hanya lima orang yang
menganggur. Bagi anak muda kreatif, hal ini
tidaklah sulit untuk dilakukan. Yang perlu diasah adalah mental entrepreneur
atau wirausaha. Mahasiswa yang masih kuliah, baru lulus, hingga anak putus
sekolah pun dapat menciptakan bisnis kreatif. Harus ditumbuhkan semangat untuk
mandiri, kemampuan melihat potensi, dan tidak takut rugi. Modal yang selama ini
menjadi persoalan banyak usaha kecil, kini semakin dipermudah aksesnya oleh
pemerintah melalui berbagai kredit dan hibah.
Ujung tombak tumbuhnya bisnis
kreatif ada di pundak generasi muda. Kuncinya, daya cipta, inovasi, dan
kreativitas lebih yang mereka miliki. Tak heran, banyak bisnis kreatif
dimotori oleh anak muda. Pada dasarnya, setiap orang dapat melahirkan produk
kreatif asalkan dapat memutar otak mencari ide segar dari hal-hal kecil yang
ada di sekitarnya. Selain menciptakan usaha juga dapat melestarikan budaya
daerah.
Siapa pun ternyata bisa melahirkan
bisnis kreatif. Lihat lingkungan sekitar kita yang ternyata kaya akan potensi
usaha kreatif. Limbah pun akhirnya menjadi anugerah. Selamat menyulap limbah !
Halo, saya rebacca morris, pemberi pinjaman pinjaman swasta yang meminjamkan kesempatan waktu hidup. Apakah Anda perlu pinjaman mendesak untuk melunasi utang Anda, atau Anda membutuhkan pinjaman untuk meningkatkan bisnis Anda? Anda telah ditolak oleh bank dan lembaga keuangan lainnya? Apakah Anda membutuhkan pinjaman konsolidasi atau hipotek? menemukan lebih karena kita berada di sini untuk membuat semua masalah keuangan Anda sesuatu dari masa lalu. pinjaman untuk individu yang membutuhkan bantuan keuangan, yang memiliki kredit buruk atau membutuhkan uang untuk membayar tagihan, untuk berinvestasi dalam bisnis pada tingkat 2%. Saya ingin menggunakan media ini untuk memberitahu Anda bahwa kami memberikan bantuan yang handal dan penerima dan akan bersedia untuk menawarkan pinjaman. Jadi hubungi kami hari ini via email di: rebaccamorrisloanfirm@gmail.com
BalasHapusCatatan: kami tidak mengenakan biaya bagi pelanggan kami