Jumat, 06 Januari 2012

saatnya membangun ekonomi kredit dengan limbah lokal


TIDAK ada yang pernah menyangka jika rumput dapat disulap menjadi wayang, atau bambu bisa berubah menjadi sepeda. Ide-ide yang tidak pernah terpikirkan oleh orang kebanyakan ini, sekarang menjadi usaha yang mulai tumbuh subur di Indonesia. Hebatnya, ide tersebut bukan lahir dari para pengusaha besar, tetapi dari para pemuda kreatif yang berkutat dengan limbah.      Ide mengutak-atik limbah itu telah melahirkan berbagai produk kreatif di Indonesia, mulai dari alat musik, furnitur, fashion, dan berbagai seni kriya lainnya. Para pemuda kreatif ini bermodalkan ide segar yang dibentuk dengan sentuhan seni menghasilkan karya yang banyak terinspirasi oleh budaya daerah. Ide-ide segar ini pun mencuatkan aliran bisnis baru di Indonesia yaitu bisnis kreatif. Ide menjadi bahan baku utama bisnis ini. Kita ditantang untuk berfikir berbeda dari orang lain. Kita ditantang untuk berinovasi, menemukan hal-hal baru yang belum pernah ada. Sementara, banyak orang memiliki modal, tetapi tidak memiliki ide. Modal tidak akan berarti apa-apa. Sebaliknya, memiliki ide namun tidak memiliki modal tidak menjadi masalah pada bisnis kreatif. Sebab, bidang usaha ini tidak memerlukan banyak modal selama dapat memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita.
Produk kreatif adalah buah dari perpaduan antara ide, seni, dan budaya. Ide sarat inovasi ini lahir menjadi sebuah produk yang bernilai seni. Produknya memiliki karakter tersendiri yaitu unik, berbeda dari produk pada umumnya, serta memiliki ciri khas daerah tertentu. Sebab, produk kreatif memang memanfaatkan beragam kearifan lokal yang berbeda di tiap daerah Nusantara. Kearifan lokal yang menjadi modal bisnis kreatif tersebut adalah limbah lokal. Produk dari limbah lokal pada akhirnya justru mampu mewakili karakter budaya daerah setempat. Enceng gondok disulap menjadi tikar, karung menjadi tas, kertas menjadi alat musik, dan kaleng menjadi dekorasi rumah. Beberapa contoh kecil ini merupakan upaya menyulap sampah menjadi bernilai. Disadari atau tidak, limbah yang mulanya hanya sampah di Indonesia, kini menjadi harta karun. Tanpa sentuhan ide kreatif dan inovatif, harta karun pun hanya akan terpendam.
Jember Fashion Week dapat dikatakan sebagai ‘pesta limbah’. Anak muda Jember dengan cerdik menyulap kertas, kain perca, plastik, kertas tisu, bahkan kaleng minuman menjadi pakaian yang unik. Melalui ide brilian anak muda Jember ini, barang yang mulanya adalah sampah berubah menjadi barang bernilai seni dan guna. Jember Fashion Week pun banyak menarik perhatian wisatawan dan akhirnya mampu mengerakkan ekonomi Jember.
Seperti halnya Jember, tiap daerah di Indonesia memiliki potensi dari limbah yang berbeda-beda. Hal ini berkaitan dengan keunikan budaya masyarakat di tiap daerahnya. Budaya Jawa akan berbeda dengan Sumatra, Kalimantan, hingga Papua.
Banyumas misalnya, memiliki limbah khas yaitu ‘Bandhol’ atau limbah dari ban mobil dan truk. ‘Bandhol’ ini kemudian disulap menjadi tas, sandal, kursi santai hingga meja. Sandal ‘Bandhol’ umumnya digunakan oleh para pemain kesenian khas Banyumas yaitu kenthongan. Usaha ‘Bandhol’ pun kini menjadi salah satu produk kerajinan yang dipromosikan dalam pariwisata Banyumas. Tak ayal lagi, produk kreatif telah berhasil mengangkat budaya daerah. Kini, Jember dikenal sebagai kiblat fashion kreatif di Indonesia, bahkan di dunia internasional. Daerah lain juga mulai tumbuh dengan berbagai produk andalannya. Dari Sabang sampai Merauke berlomba mengangkat daerahnya melalui produk kreatif. Tak hanya budaya, ekonomi masyarakat pun ikut terangkat.
Ide-ide inovatif ini telah melahirkan banyak usaha kecil yang mandiri. Perlahan tapi pasti, usaha tersebut mampu bertahan dan produknya pun bersaing di pasar.
Dalam lima tahun terakhir, produk kreatif telah menciptakan pasar tersendiri di Indonesia. Dunia usaha mulai melirik hal-hal yang berbau unik. Preferensi konsumsi di Indonesia kini telah melirik produk kreatif. Konsumen semakin mencari produk-produk hasil inovasi yang lain dari biasanya. Produk kreatif pun mulai banyak dikirim ke berbagai negara dan diminati pasar luar negeri. Usaha-usaha kecil ini perlahan membangun sebuah iklim usaha kerakyatan yang kuat. Kementerian Perekonomian bahkan membuat Sub Ekonomi Kreatif. Hal ini menjadi bukti pemerintah menaruh fokus lebih pada upaya penumbuhan bisnis kreatif. Sebab, bisnis kreatif yang tumbuh melalui usaha-usaha kecil ini lebih kuat dan padat karya.
  Dapat diibaratkan, seratus unit bisnis kreatif skala kecil dengan lima orang pegawai di setiap usahanya, akan lebih baik daripada satu unit perusahaan dengan 500 orang pegawainya. Bayangkan, jika satu perusahaan ini bangkrut, maka akan tercipta 500 orang pengangguran. Sedangkan jika satu bisnis kreatif skala kecil bangkrut, hanya lima orang yang menganggur. Bagi anak muda kreatif, hal ini tidaklah sulit untuk dilakukan. Yang perlu diasah adalah mental entrepreneur atau wirausaha. Mahasiswa yang masih kuliah, baru lulus, hingga anak putus sekolah pun dapat menciptakan bisnis kreatif. Harus ditumbuhkan semangat untuk mandiri, kemampuan melihat potensi, dan tidak takut rugi. Modal yang selama ini menjadi persoalan banyak usaha kecil, kini semakin dipermudah aksesnya oleh pemerintah melalui berbagai kredit dan hibah.
Ujung tombak tumbuhnya bisnis kreatif ada di pundak generasi muda. Kuncinya, daya cipta, inovasi, dan kreativitas lebih yang mereka miliki. Tak heran,  banyak bisnis kreatif dimotori oleh anak muda. Pada dasarnya, setiap orang dapat melahirkan produk kreatif asalkan dapat memutar otak mencari ide segar dari hal-hal kecil yang ada di sekitarnya. Selain menciptakan usaha juga dapat melestarikan budaya daerah.
Siapa pun ternyata bisa melahirkan bisnis kreatif. Lihat lingkungan sekitar kita yang ternyata kaya akan potensi usaha kreatif. Limbah pun akhirnya menjadi anugerah. Selamat menyulap limbah !

1 komentar:

  1. Halo, saya rebacca morris, pemberi pinjaman pinjaman swasta yang meminjamkan kesempatan waktu hidup. Apakah Anda perlu pinjaman mendesak untuk melunasi utang Anda, atau Anda membutuhkan pinjaman untuk meningkatkan bisnis Anda? Anda telah ditolak oleh bank dan lembaga keuangan lainnya? Apakah Anda membutuhkan pinjaman konsolidasi atau hipotek? menemukan lebih karena kita berada di sini untuk membuat semua masalah keuangan Anda sesuatu dari masa lalu. pinjaman untuk individu yang membutuhkan bantuan keuangan, yang memiliki kredit buruk atau membutuhkan uang untuk membayar tagihan, untuk berinvestasi dalam bisnis pada tingkat 2%. Saya ingin menggunakan media ini untuk memberitahu Anda bahwa kami memberikan bantuan yang handal dan penerima dan akan bersedia untuk menawarkan pinjaman. Jadi hubungi kami hari ini via email di: rebaccamorrisloanfirm@gmail.com
    Catatan: kami tidak mengenakan biaya bagi pelanggan kami

    BalasHapus