Persentase penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di
Aceh pada tahun 2011 sebesar 19,57 persen. Angka ini menurun dibandingkan
dengan tahun 2010 yang sebesar 20,98 persen. Penurunan persentase penduduk
miskin tersebut terjadi di daerah perkotaan dan perdesaan.
Pada periode 2010 - 2011, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun. Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung makin mendekati garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin menyempit.
Pada periode 2010 - 2011, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun. Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung makin mendekati garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin menyempit.
Strategi Penaggulangan kemiskinan di aceh
Kemiskinan merupakan permasalahan bangsa yang
mendesak dan memerlukan langkah-langkah penanganan dan pendekatan yang
sistemik, terpadu dan menyeluruh. Dalam rangka memenuhi kebutuhan-kebutuhan
dasar warga negara, diperlukan langkah langkah strategis dan komprehensif.
Penanggulangan kemiskinan yang komprehensif
memerlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah pusat,
pemerintah daerah, dunia usaha (sektor swata) dan masyarakat merupakan
pihak-pihak yang memiliki tanggungjawab sama terhadap penanggulangan
kemiskinan. Pemerintah telah melaksanakan penanggulangan kemiskinan melalui
berbagai program dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar warga negara secara
layak, meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat miskin, penguatan
kelembagaan sosial ekonomi masyarakat serta melaksanakan percepatan pembangunan
daerah tertinggal dalam upaya mencapai masyarakat Indonesia yang sejahtera,
demokratis dan berkeadilan.
Namun keseluruhan upaya tersebut belum maksimal
jika tanpa dukungan dari para pemangku kepentingan lainnya. Untuk menunjang penanggulangan
kemiskinan yang komprehensif dan mewujudkan percepatan penanggulangan
kemiskinan dirumuskan empat startegi utama. Strategi-strategi
penanggulangan kemiskinan tersebut diantaranya:
- Memperbaiki program perlindungan sosial;
- Meningkatkan akses terhadap pelayanan dasar;
- Pemberdayaan kelompok masyarakat miskin; serta
- Menciptakan pembangunan yang inklusif.kajian ekonomi provinsi aceh 2011Pertumbuhan ekonomi Aceh dengan migas tercatat sebesar 5,03% (yoy), atau mengalami perlambatan dibanding triwulan lalu yang sebesar 5,47% (yoy). Sementara itu, bila ditilik secara triwulanan, ekonomi Aceh dengan migas tercatat tumbuh sebesar 1,43% (qtq), meningkat dibanding triwulan lalu yang sebesar 1,32% (qtq). Secara sektoral, seluruh sektor ekonomi tercatat mengalami pertumbuhan tahunan yang positif meski disana sini terlihat stagnan dan cenderung melambat bila dibandingkan dengan triwulan lalu. Sektor Pertanian sebagai kontributor terbesar pada PDRB Aceh juga tumbuh moderat sebesar 4,36% (yoy) atau tumbuh melambat sebesar 0,94% secara triwulanan (qtq) karena masih musim tanam.Sementara dari sisi penggunaan, pertumbuhan positif juga terjadi di seluruh komponen. Selama triwulan III-2011, inflasi tahunan Aceh kembali melonjak. Menurut Berita Resmi Statistik (BRS) inflasi yang dirilis oleh BPS Aceh, inflasi tahunan Aceh berturut-turut adalah sebesar 5,16%; 6,94% dan 6,98%. Tekanan inflasi terutama disebabkan oleh kenaikan harga sandang (pakaian dan lain-lain), emas perhiasan, beras, ikan-ikanan segar dan cabe merah. Penyebab utama kenaikan harga adalah event Ramadhan dan Idul Fitri, dimana terjadi peningkatan permintaan yang meski pasokan memadai tetap menjadi momen yang dimanfaatkan untuk menaikkan harga. Kenaikan harga beras lebih disebabkan oleh mulainya musim tanam padi. Sementara kenaikan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh lonjakan harga emas dunia.Kinerja perbankan Aceh pada triwulan III-2011 cukup baik. Trending indikator pokok masih menunjukkan pertumbuhan positif kendati mengalami perlambatan. Kinerja perbankan syariah di Aceh menunjukkan pertumbuhan positif cenderung flat, baik secara tahunan (yoy) maupun triwulanan (qtq). Peningkatan asset semakin mempertinggi potensi bank syariah dalam melakukan ekspansi pembiayaan terutama sebagai stimulasi perekonomian masyarakat Aceh.Refinancing risk lebih terekspos pada perbankan syariah dibandingkan dengan perbankan konvensional terutama terkait dengan spread yang terbentuk dari penhimpunan DPK dan tingkat LDR. Transaksi pembayaran non tunai hingga akhir triwulan III-2011 dengan menggunakan sistem BI-RTGS mengalami penurunan terbatas, sedangkan transaksi melalui kliring mengalami peningkatan signifikan, baik secara nominal maupun volume. Triwulan III-2011, aliran uang kartal masih menunjukkan net outflow seiring dengan pola uptrend menuju penghujung tahun pada satu periode seiring dengan meningkatnya kebutuhan kartal masyarakat. Realisasi APBA hingga triwulan III tahun 2011 baru mencapai 49,45% atau sebesar Rp3,94T dari total pagu anggaran sebesar Rp7,97T.Kepastian situasi politik dan keamanan tetap menjadi faktor utama terhadap kelangsungan berjalannya pembangunan. Kondisi Ketenagakerjaan terus menunjukkan perbaikan. Pada bulan Februari 2011, TPT Aceh tercatat 8,27%, sementara TPAK juga menunjukkan peningkatan menjadi 66,63%. Menurut lapangan pekerjaan utama, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, dimana jumlah tenaga kerja yang terserap di sektor ini mencapai 903,4 ribu jiwa.Sementara menurut status pekerjaan utama, tenaga kerja masih didominasi oleh tenaga kerja berstatus buruh/ karyawan (30,27). Tingkat kemiskinan di Aceh terus menunjukkan penurunan. Dari 20,98% pada Maret 2010 menjadi 19,57% pada Maret 2011. Meski demikian, angka ini masih jauh diatas nasional yang sebesar 12,49%. Kualitas kemiskinan Aceh juga membaik yang ditunjukkan oleh Indeks Kedalaman Kemiskinan sebesar 3,5 dan Indeks Keparahan Kemiskinan sebesar 0,94 pada Maret 2011.Pertumbuhan ekonomi Aceh pada triwulan III-2011 diperkirakan tumbuh melambat di kisaran 4,82%±1% (yoy) akibat kejar target realisasi proyek-proyek Pemerintah. Tidak adanya perayaan keagamaan yang bisa menjadi stimulus konsumsi, yang berbarengan dengan jatuhnya musim panen gadu diperkirakan akan melonggarkan tekanan inflasi Aceh, meski masih tetap ada potensi kenaikan harga cabe merah dan ikan segar, maka pada triwulan IV-2011 inflasi Aceh diperkirakan akan berada di kisaran 4,6%±1% (yoy) dengan kecenderungan mencapai batas bawah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar